Monitoring & mitigasi gangguan cuaca dan vegetasi untuk jaringan distribusi tegangan menengah di wilayah Surabaya / Jawa Timur, berbasis radar WOFI BMKG Juanda dan lapisan vegetasi Global Nature Watch. Rantai nilai: Cuaca BMKG → Kerapuhan Fisik JTM → Durasi Padam → kWh Hilang → Rupiah.
Buka Radar WOFI BMKG Juanda (Live) Buka Global Nature WatchRadar < 45 dBZ di koridor penyulang; angin < 40 km/jam.
Radar ≥ 45 dBZ atau angin ≥ 40 km/jam mendekati koridor.
Radar ≥ 55 dBZ, angin ≥ 50 km/jam, atau hujan ≥ 50 mm/hari.
Radar ≥ 60 dBZ persisten atau gust ≥ 65 km/jam.
TCO = platform + integrasi SCADA/GIS/APKT + cloud/server tahunan + pelatihan + pemeliharaan. BCR dari CAPEX saja adalah BCR bruto — tampilkan keduanya agar juri tidak menembak balik.
Replikasi 16 UP3 adalah potensi setara-16-UP3 (mengabaikan perbedaan karakter antar-UP3), bukan proyeksi linear pasti. Perbandingan YoY mentah juga dipengaruhi perbedaan tahun cuaca (ENSO) — presentasikan sebagai skenario, bukan realisasi.
| Penyulang (dummy) | Kejadian | Klaim dummy asli | Terkoreksi (k × tarif resmi) |
|---|---|---|---|
| Industri “Gajahmada” 8,4 MW · I-3/I-4 |
45 hari tanpa hujan + polutan → risiko flashover isolator, padam 3 jam. Aksi: cuci isolator via PDKB. Catatan: flashover terpicu saat pembasahan pertama (kabut/gerimis) setelah akumulasi polutan — probabilitas “82%” pada dummy tidak berdasar literatur, perlakukan sebagai asumsi. |
25.200 kWh Rp 37.296.000 |
— tarif I-3/TM Rp1.114,74/kWh |
| Komersial “Majapahit” 6,2 MW · B-2/B-3 |
Suhu 36,5°C, lonjakan beban AC (asumsi skenario puncak +14%), rencana padam Harwat 4 jam. Aksi: load transfer via LBS SCADA + tunda padam. | 24.800 kWh Rp 42.135.200 |
— tarif B-2 Rp1.444,70/kWh (di B-3 Rp1.114,74 hasilnya lebih rendah lagi) |
| Agrikultur “Wonosalam” 3,8 MW · campuran |
La Niña: hujan 115 mm/hari (kategori sangat lebat) + gust 52 km/jam (di atas indikator peringatan BMKG >45 km/jam) → risiko pohon tumbang Span 42–68, padam 4,5 jam. Aksi: rabas ROW 26 titik H-5. | 17.100 kWh Rp 24.692.400 |
— tarif campuran realistis ±Rp1.252/kWh |
Memodelkan peluang trip sekaligus besaran kerugian kWh/Rupiah secara spasiotemporal. Input: curah hujan & angin BMKG, hari tanpa hujan, kerapatan pohon ROW (GNW), beban penyulang, komposisi tarif. Output: prediksi frekuensi gangguan dan ekspektasi kehilangan Rupiah per segmen JTM.
Mengestimasi elastisitas konsumsi kWh terhadap anomali suhu (Cooling Degree Days), El Niño & La Niña. Input: suhu & kelembapan, histori beban per jam. Output: proyeksi target kWh harian yang memisahkan efek cuaca pada beban dari efek gangguan. Rujukan: qgam (Fasiolo), HESS 2023 perbandingan Quantile Regression Forest vs LSTM.
Menghitung risiko bencana ekstrem pada ekor distribusi gabungan. Input: gust maksimum, hujan ekstrem, kerapatan petir, waktu pemulihan (MTTR). Output: metrik Revenue-at-Risk (RaR 99%) dalam Rupiah saat cuaca ekstrem.
Mengoptimalkan alokasi regu Harwat & PDKB yang terbatas. Input: skor RaR per segmen, ketersediaan regu, durasi kerja. Output: urutan prioritas kerja harian yang menyelamatkan Rupiah dan kWh paling maksimal.